http://kata.news


HOME I NUSANTARA I MANCANEGARA I EKBIS I OLAHRAGA I IPTEK I HIBURAN

ads

Motor Gesits Belum Meluncur Tahun Ini, Kenapa?

VIVA – Era kendaraan listrik bukan hanya monopoli para produsen mobil saja. Beberapa pabrikan sepeda motor, juga mengembangkan kendaraan bermotor roda dua yang digerakkan oleh energi setrum itu.

Salah satu produk yang ditunggu-tunggu masyarakat, adalah Gesits. Berawal dari hasil riset Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, motor tersebut diharapkan bisa jadi kebanggaan Indonesia.

Sebab, Gesits dirancang dan dibuat di dalam negeri, oleh anak bangsa. Meski bukan yang pertama hadir, namun Gesits mendapat dukungan penuh dari pemerintah.

Menteri Riset, Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro mengatakan, Kemenristek sudah sejak awal mendukung proyek motor listrik Gesits.

"Gesits sudah kami dukung, bahkan sejak tahap awal ketika mereka baru punya ide. Kemudian, kasih insentif riset, akhirnya mengembangkan riset hingga jadi produk, prototipe sampai komersialisasi," ujarnya di acara Electric Vehicle Indonesia Forum and Exhibition, di Jakarta, Rabu 27 November 2019.

Soal peluncuran, Bambang mengungkapkan bahwa saat ini Gesits sedang dalam tahap finalisasi. Artinya, pemasaran secara massal belum akan dilakukan pada tahun ini.

Lihat Juga

"Mudah-mudahan, 2020 atau 2021 sudah bisa diproduksi secara massal dan dipasarkan," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Industri Kadin Indonesia, Johnny Darmawan menjelaskan, Indonesia berpotensi menjadi produsen baterai kendaraan listrik. Sebab, material pembuatannya banyak tersedia di Tanah Air.

"Makanya saya bilang, kita fokus saja dulu sebagai produsen baterai. Kalau sudah berjalan, maka nanti kita bisa mengembangkannya lagi, seperti membuat mobil listrik sendiri," tuturnya.

"60 persen biaya produksi komponen kendaraan listrik ada pada baterai. Dari sisi ini saja, Indonesia sudah memiliki daya saing yang kuat," kata Ketua Umum Kadin, Rosan Roeslani menambahkan.



Sumber: Viva.co.id

Klik tautan (link) sumber jika konten berita terpotong atau tidak lengkap
loading...