http://kata.news


HOME I NUSANTARA I MANCANEGARA I EKBIS I OLAHRAGA I IPTEK I HIBURAN

ads

Sembunyikan Like Tuai Kontroversi, Instagram Buka Suara

Jakarta - Juli lalu, Instagram mulai menyembunyikan like untuk pengguna di sejumlah negara, antara lain di Australia, Selandia Baru, Irlandia, Italia, Brasil dan Jepang. Keputusan ini tidak disukai sebagian pengguna, terutama di kalangan selebgram dan influencer.

Namun apa sebenarnya alasan Instagram menyembunyikan like? Padahal seperti kita tahu, jumlah like pada postingan Instagram sangat penting. Bagi pengguna biasa, jumlah like mungkin sekadar membuat hati gembira. Tapi buat selebgram, influencer dan brand, jumlah like bisa menjadi daya tawar dan 'jualan' mereka.

"Keputusan ini dirancang untuk menghilangkan 'tekanan' seberapa banyak like yang didapat sebuah postingan. Dengan demikian, pengguna akan fokus berbagi hal yang disukainya," kata Mia Garlick, Director of Policy Facebook Australia dan Selandia Baru.


Di Amerika Serikat, sebagian kecil pengguna mulai melihat like di Instagram mereka menghilang di awal bulan ini. Developer aplikasi Instagram memilih sejumlah pengguna dari berbagai negara, untuk menjajal fitur ini, guna melihat efek apa yang ditimbulkan pada cara kita memposting di Instagram.

"Saya rasa, keputusan Instagram menghilangkan like, paling tidak menurut pemikiran kebanyakan orang, adalah mengurangi persaingan di platform tersebut dan mengembalikan 'nyawa' Instagram sebagai tempat berbagi dan berkomunikasi. Di samping itu, ada penelitian bagus yang memperlihatkan bahwa hal ini bagus untuk kesehatan mental," kata Tama Leaver, seorang profesor studi tentang internet dari Curtin University Australia.

Pendapat yang lebih sinis bahwa menyebutkan, jumlah like membuat para influencer dan selebgram bisa semena-mena mematok 'nilai' mereka di pasaran. Dengan dihapuskannya like, akan mendorong mereka menyuguhkan data metrik yang lebih baik kepada para pengiklan potensial, dan itu membutuhkan kerja lebih keras.


Pengguna yang masuk ke dalam uji coba ini tidak akan melihat jumlah like dan view dari foto maupun video para pengguna lain yang ada di feed mereka. Mereka tetap bisa melihat jumlah like dan view dari postingan mereka sendiri dengan mengetuk daftar 'like' yang ada di bawah postingan mereka.

"Kami mendengar respons positif dari para pengguna yang telah menjadi bagian dari uji coba ini, maka kami ingin mendengar dari pengguna kami di negara-negara lain," tutur Adam Mosseri, Head of Instagram.

"Langkah ini penting bagi perjalanan kami, karena kami berkomitmen untuk membangun ekosistem yang positif dan kami terus mencari cara agar pengguna Instagram bisa merasa lebih nyaman dalam berekspresi dan fokus pada foto dan video yang mereka bagikan, dan bukan berapa jumlah 'like' yang mereka dapatkan," tambahnya.

Simak Video "Selamat Tinggal Followers Palsu Instagram!"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)



Sumber: Detik.com

Klik tautan (link) sumber jika konten berita terpotong atau tidak lengkap
loading...